Arsip

Posts Tagged ‘sistem’

Hakikat SPM dan Perilaku di dalam Organisasi

Pengertian manajemen menurut para ahli

Menurut James A.F. Stoner (2006)

Manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya dari anggota organisasi serta penggunaan sumua sumber daya yang ada pada organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya.

Menurut Richard L.Daft (2002)

Manajemen adalah pencapaian sasaran-sasaran organisasi dengan cara yang efektif dan efisien melalui perencanaan pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian sumber daya organisasi.

Henry Fayol menyebutkan ada lima fungsi manajemen, yaitu merancang, mengorganisir, memerintah, mengordinasi, dan mengendalikan. Sedangkan fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan.

Jadi bisa disimpulkan bahwa manajemen adalah suatu organisasi terdiri dari sekelompok orang yang bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama (dalam suatu organisasi bisnis tujuan utamanya adalah memperoleh tingkatan laba yang memuaskan).

  • Pengertian Pengendalian

Manajemen ialah mencapai tujuan melalui kerja orang lain. Dengan demikian perilaku manusia merupakan faktor penting dalam mencapai tujuan. Oleh sebab itu perilaku itu harus dikendalikan agar alat kerja dan metode kerja digunakan secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan (Ismail, 2012).

Sistem pengendalian mempunyai empat elemen: Baca selanjutnya…

Iklan

Prosedur Pembelian dan Pengeluaran Kas

Agustus 1, 2009 Tinggalkan komentar

A. Sistem Pemrosesan Pembelian

Langkah-langkah kegiatan yang membentuk sistem pembelian:

  1. Fungsi pembelian dimulai dengan mengetahui kebutuhan untuk mengisi kembali stok persediaan melalui pengamatan terhadap catatan persediaan.
  2. Proses pembelian yang menentukan kuantitas pesanan, memilih pemasok, dan menyiapkan pesanan pembelian. Informasi ini dikirimkan baik ke pemasok maupun ke tempat pemrosesan Utang Dagang (UD).
  3. Setelah periode waktu, perusahaan menerima item-item persediaan dari pemasok. Barang yang diterima diperiksa untuk kualitas dan kuantitasnya dan dikirimkan ke toko-toko atau gudang.
  4. Informasi tentang bukti penerimaan persediaan digunakan untuk meng-update catatan persediaan.
  5. Proses Utang Dagang (UD) menerima faktur dari pemasok. UD merekonsiliasi ini dengan informasi lainnya yang telah dikompilasi untuk transaksi dan catatan kewajiban tertentu untuk membayar di waktu tertentu di masa yang akan datang.
  6. Buku besar menerima rangkuman informasi dari utang dagang (kenaikan total dalam kewajiban) dan kontrol persediaan (kenaikan total dalam persediaan).

B. Sistem Pembelian Manual

Sistem pembelian secara manual dapat diterapkan pada perusahaan manufaktur dan retail.

  • Kontrol Persediaan.  Kontrol persediaan memonitor dan mencatat tingkat persediaan barang. Baca selanjutnya…
%d blogger menyukai ini: