Arsip

Archive for the ‘Uncategorized’ Category

KAP Surakarta

Alamat KAP yang ada di wilayah Karesidenan Surakarta (Solo), Jawa Tengah:

1. KAP. BUSRONI & PAYAMTA (CAB)

Izin Usaha Nomor : KEP-014/KM.6/2004 (13 Januari 2004)
Jl. Ir. Soetami No.25
Surakarta 57126
Telp       : (0271) 669458
Fax        : (0271) 669458
E-mail    : payamta@iycos.com
Anggota :
1. PAYAMTA – No.Izin 99.1.0695 (Rekan, BI)
PUSAT   : JAKARTA

2. KAP. DRS. HANUNG TRIATMOKO, Ak

Izin Usaha Nomor : KEP-730/KM.1/2007 (9 Oktober 2007)
Jl. Ki Mangun Sarkoro No.55
Surakarta 57135
Telp       : (0271) 723110
Fax        : (0271) 729630
Anggota :
1. HANUNG TRIATMOKO – No.Izin 00.1.0693 (Pemimpin, BI)

3. KAP. RACHMAD WAHYUDI

Baca selanjutnya…

Iklan
Kategori:Uncategorized

Analisis Uji Heteroskedastisitas dengan Menggunakan SPSS

Januari 31, 2012 3 komentar

Uji Heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Pendeteksian ada tidaknya heteroskedastisitas bisa dilakukan dengan menggunakan metode Glejser Test, yaitu dengan cara meregresikan nilai absolute residual terhadap variabel independent. Kali ini saya akan membahas uji heteroskedastisitas dengan uji Glejser dengan SPSS versi 17.

Langkah pertama adalah membuat Absolute Residual (Abs_res). Dalam menguji heteroskedastisitas, Abs_res ini nanti akan menjadi variabel dependennya.

1. Pilih Transform -> compute variable

Kolom target variable diisi nama variabel baru (misal: Abs_res). Lalu pilih “All” pada kolom Function group. Bawahnya pilih “Abs” kemudian double klik. maka pada kolom Numeric Expression akan muncul kata “ABS”. Lalu masukkan variabel Unstandardized Residual (Res_1) yg telah dibuat ke kolom numeric expression. Cara membuat Res_1 dapat lihat disini: (Klik disini.)

Lalu OK. Abs_res akan muncul di Data View.

Baca selanjutnya…

[Jurnal] Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR)

Juni 23, 2011 6 komentar

Berikut jurnal-jurnal yang berhubungan dengan pengungkapan CSR alias Corporate Social Responsibility alias tanggung jawab sosial perusahaan. Silakan agan-agan baca…..

1. Determinants of Corporate Social Responsibility Disclosure Ratings by Spanish Listed Firms 

(Reverte, 2008)

ABSTRACT

The aim of this paper is to analyze whether a number of firm and industry characteristics, as well as media exposure, are potential determinants of corporate social responsibility (CSR) disclosure practices by Spanish listed firms. Empirical studies have shown that CSR disclosure activism varies across companies, industries, and time (Gray et al., Accounting, Auditing & Accountability
Journal 8(2), 47–77, 1995; Journal of Business Finance & Accounting 28(3/4), 327–356, 2001; Hackston and Milne, Accounting, Auditing & Accountability Journal 9(1), 77–108, 1996; Cormier and Magnan, Journal of International Financial Management and Accounting 1(2), 171–195, 2003; Cormier et al., European Accounting Review 14(1), 3–39, 2005), which is usually justified by reference to several theoretical constructs, such as the legitimacy, stakeholder, and agency theories. Our findings evidence that firms with higher CSR ratings present a statistically significant larger size and a higher media exposure, and belong to more environmentally sensitive industries, as compared to firms with lower CSR ratings. However, neither profitability nor leverage seem to explain differences in CSR disclosure practices between Spanish listed firms. The most influential variable for explaining firms’ variation in CSR ratings is media exposure, followed by size and industry. Therefore, it seems that the legitimacy theory, as captured by those variables related to public or social visibility, is the most relevant theory for explaining CSR disclosure practices of Spanish listed firms.

Donlod:  di sini 🙂 Baca selanjutnya…

Kategori:Uncategorized

Analisis Data dengan SPSS 17.0 for Windows

Maret 26, 2011 3 komentar

Sekarang menganalisis data menjadi mudah dengan adanya program komputer yang menyediakan fitur-fitur andalannya, salah satunya SPSS.

Dann.. kali ini saya akan membahas langkah-langkah analisis data dengan menggunakan SPSS keluaran terbaru dari spss.inc, yaitu versi 17.Cekidot…

Uji normalitas

Uji Normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel dependen dan independen keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Banyak penelitian menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dalam menguji normalitas.

Langkah2na:

  • masuk analyse –> nonparametric test –> 1 sample K-S. Ada dua cara, yaitu memasukkan semua variabel (baik dependen maupun independen) atau hanya memasukkan unstandardized residual.

Atau Baca selanjutnya…

Kategori:Uncategorized

Pemilihan Portofolio

Maret 22, 2011 2 komentar

Di dalam membentuk suatu portofolio, akan timbul suatu masalah. Permasalahannya terdapat banyak sekali kemungkinan portofolio yang dapat dibentuk dari kombinasi aktiva berisiko yang tersedia di pasar. Kombinasi ini dapat mencapai jumlah yang tidak terbatas. Jika terdapat kemungkinan portofolio yang jumlahnya tidak terbatas, maka akan timbul pertanyaan potofolio mana yang akan dipilih oleh investor. Jika investor adalah rasional, maka mereka akan memilih portofolio yang optimal.

Portofolio optimal dapat ditentukan dengan menggunakan model Markowitz atau dengan metode indeks tunggal. Dan yang pertama kali dibutuhkan adalah menentukan portofolio yang efisien.

Portofolio optimal akan berbeda-beda untuk masing-masing investor. Investor yang lebih menyukai risiko akan memilih portofolio dengan return yang tinggi dengan membayar risiko yang juga lebih tinggi dibandingkan dengan investor yang kurang menyukai risiko. Jika aktiva tidak berisiko dipertimbangkan, aktiva ini dapat mengubah portofolio optimal yang mungkin sudah dipilih oleh investor.

Menentukan Portofolio Efisien

Portofolio yang efisien (efficient portofolio) adalah portofolio yang memberikan return ekspektasi terbesar dengan tingkat risiko yang sudah pasti atau portofolio yang memberikan risiko terkecil Baca selanjutnya…

Kategori:Uncategorized

Hidup itu: Kejutan!

Agustus 17, 2010 Tinggalkan komentar

Di Rabu pagi yang mendung, panas perlahan tampak dan kadang hilang tanpa irama yang beraturan, tiba-tiba langsung masuk reff tanpa intro, menghajar setiap umat manusia karena panasnya.

Saya yang kala itu sedang bergelora pergi ke kampus, terhenti sudah. Saya membolos untuk kedua kalinya. Tapi aksi bolos kali ini didasari oleh kepentingan yang mendesak, yaitu menyerviskan motor shogun saya yang sudah butut.

Entah kenapa akhir-akhir ini dia begitu manja. Kemudian saya bawa Shogun merk Suzuki itu ke bengkel resmi Yamaha dekat rumah. Pikiran saya pun mulai menampakkan kepicikannya. Saya mengajak serta paman karena beliau kenal dengan salah satu orang di bengkel. Dan alih-alih kemungkinan besar mendapat potongan harga juga berpeluang besar.

Sesampai disana, saya disambut baik oleh si mbak penjaga bengkel. Lalu saya mengatakan keluhan yang dialami motor saya kepadanya. Damn, motor saya benar-benar sakit parah! Oli, cairan absurd yang harus diganti tiga minggu sekali itu terlambat lima bulan.

Dan saya mulai mengalami titik kebosanan season kedua. Saya mulai memainkan lagu Keane di hape, sebuah band papan kelas atas, band favorit saya dari dulu. Lirik-lirik lagu yang menyentuh hati, ditambah alunan musik pianonya Tim Rice-Oxley plus suara vokalisnya Thomas Chaplin yang eksentrik n coooll abiz serta pemegang drum Richard Hughes bikin suasana hati jadi berubah.

Baru sampai setengah perjalannan mendengarkan lagu Bedshaped, mbak penjaga bengkel menggetarkan kursi sebelah sembari memberi segelas Aqua untuk saya. Awalnya saya terusik dengan keberadaan mbak yang menurut saya lumayan cantik. Saya pura-pura jaim dan menghiraukannya. Dan apa yang saya perkirakan terjadi. Sebuah percakapan pun dimulai.

Si mbak pertama kali yang bertanya, “Mbak, rumahnya mana?”

“Eh, deket dari sini kok mbak, dekatnya toko baju Anugrah.”

saya mulai menghentikan hentakan lagu Keane di hape saya. Percakapan basa-basi itu tidak berlangsung lama dan ada kalanya diam sejenak. Dalam momen lubang cacing itu, saya berpikir mencari bahan pembicarraan untuk si mbak. Saya ganti memulai percakapan.

” Mbak kok bisa kerja disini, emang dulu ambil jurusan apa?” Hah, topik yang tidak nyangkut apapun dengan situasi saat itu.

Tapi saya kaget ketika dia mengucapkan, ”Oh, aku dulu D3 UNS (Universitas Sebelas Maret) jurusan pertanian. Jauh banget ya.. ” (Maksud jauh disini adalah spesialisasinya)

“Iya mbak, sekarang cari kerjaan emang sulit.” Saya berlagak sok tahu.

”Lha aslinya orang mana?”

” Aku asli Boyolali dan ngekost disini,” balasnya

Lalu saya mulai nyaman dengan si mbak. Beragam percakapan itu telah mengarahkan bagaimana keadaan sebenarnya si mbak. Kadang saya tidak mengerti saat dia bercerita tentang permotoran. Saya hanya bisa menyimak dan berusaha memahaminya.

Setelah satu jam berlalu tanpa kebosanan berarti, motor saya telah sembuh dari penyakit akutnya. Lega rasanya!

Setelah pulang yang saya dapat adalah pelajaran tentang hidup. Kita tak pernah tahu rencana Allah SWT. Intinya, Allah mempunyai tujuan lain untuk kita dan itulah yang terbaik.

Yes, pembolosan kali ini ada trade off nya. Tak salah saya membolos kuliah. Hahaha… Dan buat si mbak tanpa nama, you inspiring me on those day.

Kategori:umum, Uncategorized

Makan Steak Ala Wong Barat

Siapa sih yang nggak pernah makan steak? Tentu semua orang pernah merasakannya. Makanan ini terlalu enak buat lidah saya dan kata orang sih, menyehatkan pula.
*ganti slide*
Begini ceritanya. Bapak saya ngajak sekeluarga mengisi perut ke salah satu warung steak ternama di Solo. Wuih, saya bingung bukan kepalang. Banyak menu makanan yang tidak saya kenal (maklum karena wong ndeso beneran), tapi akhirnya saya memutuskan untuk memesan chicken hot plate, nama yang keren abis (menurut saya). Chicken hot plate = piring panas ayam, bukan?? Saya suka menyebutnya dengan nama steak saja karena lebih efisien kata-kata.

*Tarrrraaa* Tapi..

Saya bergidik menyaksikan tingkah orang-orang. Benar-benar pemandangan yang tidak lazim. Pisau di tangan kanan, garpu di tangan kiri. Lalu makan steak pake tangan kiri dengan garpu. Apakah pemikiran saya kali ini salah?

Merupakan hal yang tabu jika kita makan menggunakan tangan kiri. Orang tua saya saja selalu mengingatkan ”makan pake tangan kanan ya, nduk…”. Tapi saat orang-orang memakan steak, mereka menggunakan tangan kirinya yang notabene tidak sopan menurut adat Jawa.

Tanpa sadar westernisasi sudah menyebar ke kebudayaan kita. Apa yang menjadi kebiasaan orang barat ditiru. A western style. Dan terus terang saya tidak begitu suka. Tapi a western style tak selamanya  buruk.

Mending kita makan ala KFC *ups, nyebut merk* dimana kebiasaan adat jawa masih lekat di dalamnya. Ya, kita bisa makan dengan tangan telanjang alias dipuluk. So, lebih memilih makan chicken pake piring panas atau puluk?
Tergantung Anda, sodaraku…
Kategori:umum, Uncategorized Tag:,
%d blogger menyukai ini: