Beranda > umum > Kenakalan Remaja (Delikuensi)

Kenakalan Remaja (Delikuensi)

Kenakalan remaja (delikuensi) merupakan sikap-sikap dan aktivitas anak-anak remaja yang bertentangan dengan norma-norma sosial. Sifat kenakalan remaja sangat bervariasi, dari kenakalan remaja biasa yang bersifat iseng untuk mencari perhatian misalnya vandalisme (mencorat-coret fasilitas umum) sampai bentuk tindak kejahatan, seperti tawuran/ perkelahian pelajar, minuman keras, penyalahgunaan narkoba, perampokan, seks bebas, pemerasan, pencurian, bahkan pembunuhan.

Kenakalan remaja pada umumnya ditandai oleh dua ciri berikut:

1. Adanya keinginan untuk melawan, seperti dalam bentuk radikalisme.

2. Adanya sikap apatis yang biasanya disertai dengan rasa kecewa terhadap kondisi masyarakat.

Secara konkrit hal-hal yang dapat menyebabkan terjadinya kenakalan remaja adalah sebagai berikut :

1. Faktor intrinsik, seperi faktor usia, jenis kelamin, faktor kedudukan dalam keluarga, dan faktor intelegensi.

2. Faktor ekstrinsik, seperti lingkungan keluarga, lingkungan pendidikan, lingkungan pergaulan, dan media massa yang dikenali sehari-hari.

Lingkungan memiliki pengaruh yang besar terhadap kenakalan remaja. Kenakalan remaja itu akan tampak menjadi semakin besar dan luas ketika keadaan lingkungan tidak mendukung. Lingkungan yang bisa menimbulkan kenakalan remaja antara lain :

1. Lingkungan Keluarga

Banyak sekali kenakalan remaja yang disebabkan oleh lingkungan keluarga. Penyebab tersebut antara lain :

a. Ketidaksanggupan menyerap norma-norma kebudayaan

Hal ini dapat terjadi jika seorang remaja mengalami proses sosialisasi yang tidak sempurna. Kasus ini tampak jelas pada seorang remaja yang berasal dari keluarga yang berantakan/ tidak harmonis.

b. Dorongan kebutuhan ekonomi

Seseorang yang terdesak kebutuhan ekonominya/ ketidakmampuan orang tua dalam memenuhi kebutuhan materiil akan menjadikan seorang remaja melakukan kenakalan remaja. Jiak remaja tersebut tidak memiliki iman yang kuat/ tidak dapat mengendalikan diri/ tidak mau bekerja keras dapat terdorong menjadi penjahat.

c. Keinginan untuk dipuji/ gaya-gayaan

Hal ini banyak terjadi pada masyarakat golongan atas/ kaya yang kurang memberikan waktu dan perhatiannya kepada anak-anaknya. Karena masyarakat golongan kaya mampu memfasilitasi anak-anak dengan uang, kendaraan, dan fasilitas lain yang jauh lebih memadai akan memicu mereka untuk melakukan perbuatan menyimpang.

Contoh :

· Aksi kebut-kebutan dengan menggunakan sepeda motor/ mobil

· Aksi mabuk-mabukan dan alkoholisme

· Aksi perkelahian pelajar dengan melibatkan genk dalam jumlah besar.

2. Lingkungan Pendidikan

Kenakalan remaja bisa disebabkan pengaruh lingkungan pendidikan. Contohnya seperti meniru teman yang berperilaku menyimpang. Hal ini dilatar belakangi adanya keinginan untuk lebih diperhatikan oleh orang lain dan dapat diterima oleh kelompoknya.

3. Lingkungan Pergaulan

Kenakalan remaja dapat disebabkan oleh :

a. Ikatan sosial yang berlainan

Hubungan dengan kelompok-kelompok yang berlainan cenderung membuat para remaja mengidentifikasikan dirinya dengan kelompok yang paling dihargainya. Dengan hubungan ini ia akan memperoleh pola-pola sikap dan perilaku kelompoknya. Jika pergaulan ini memiliki sikap dan perilaku menyimpang, maka ia juga akan menunjukkan pola-pola perilaku menyimpang.

b. Lingkungan sosial dan pergaulan yang tidak baik

Misalnya kawasan kumuh (slum) di kota-kota besar, lingkungan di sekitar kompleks lokalisasi, daerah remang-remang/ rawan kejahatan, daerah mangkalnya para preman, tempat-tempat hiburan umum, dan lain-lain.

4. Media massa

Dewasa ini peranan media massa berpengaruh besar sebagai media informasi masyarakat yang efektif. Kenakalan remaja juga dapat disebabkan oleh media massa. Contohnya seperti tayangan yang berunsurkan kekerasan ataupun tindak kejahatan lainnya, hal ini akan memotivasi remaja untuk berperilaku seperti yang ditontonnya itu.

Dampak Kenakalan Remaja

Adapun dampak dari kenakalan remaja antara lain:

1. Bagi remaja yang sering mabuk-mabukan, akan berdampak negatif terhadap syaraf sehingga berakibat seorang remaja kurang mampu mengendalikan diri secara fisik, sosial, maupun psikologis.

2. Bagi para pelaku (remaja) akan mendapat hukuman (represif). Hukuman ini akan memaksa (coercive) para remaja untuk patuh pada peraturan yang berlaku.

3. Mengganggu keamanan, ketertiban, dan kenyamanan mayarakat/ orang lain

4. Dapat merugikan diri sendiri dan merugikan orang lain.

Kenakalan remaja (delikuensi) merupakan sikap-sikap dan aktivitas anak-anak remaja yang bertentangan dengan norma-norma sosial. Oleh karena itu diperlukan cara untuk mengendalikan tingkah laku para remaja yang menyimpang. Pengendalian tersebut antara lain:

1. pengawasan antarindividu

Hal ini yang paling berperan adalah orang tua. Orang tua wajib memperingatkan anaknya apabila melakukan perilaku menyimpang.

2. Memberikan peringatan keras apabila teguran halus tidak diindahkan para remaja. Tujuannya adalah agar para remaja menyadari kesalahannya dan segera kembali ke jalan yang lurus.

3. Memberi hukuman kepada para remaja baik itu dengan cara represif maupun coercive/ kekerasan.

4. Mengembangkan rasa takut dan rasa malu untuk berbuat menyimpang/ melanggar aturan.

Gambar: dari sini

Kategori:umum Tag:, ,
  1. syira
    Maret 29, 2012 pukul 7:41 pm

    aduch………!!! mau dibawa kemana Bangsaku ini, kalau remaja jaman sekarang kelakuannya kaya gitu. masyaallah…….

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: