[Jurnal] Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR)
Berikut jurnal-jurnal yang berhubungan dengan pengungkapan CSR alias Corporate Social Responsibility alias tanggung jawab sosial perusahaan. Silakan agan-agan baca…..
1. Determinants of Corporate Social Responsibility Disclosure Ratings by Spanish Listed Firms
(Reverte, 2008)
ABSTRACT
The aim of this paper is to analyze whether a number of firm and industry characteristics, as well as media exposure, are potential determinants of corporate social responsibility (CSR) disclosure practices by Spanish listed firms. Empirical studies have shown that CSR disclosure activism varies across companies, industries, and time (Gray et al., Accounting, Auditing & Accountability
Journal 8(2), 47–77, 1995; Journal of Business Finance & Accounting 28(3/4), 327–356, 2001; Hackston and Milne, Accounting, Auditing & Accountability Journal 9(1), 77–108, 1996; Cormier and Magnan, Journal of International Financial Management and Accounting 1(2), 171–195, 2003; Cormier et al., European Accounting Review 14(1), 3–39, 2005), which is usually justified by reference to several theoretical constructs, such as the legitimacy, stakeholder, and agency theories. Our findings evidence that firms with higher CSR ratings present a statistically significant larger size and a higher media exposure, and belong to more environmentally sensitive industries, as compared to firms with lower CSR ratings. However, neither profitability nor leverage seem to explain differences in CSR disclosure practices between Spanish listed firms. The most influential variable for explaining firms’ variation in CSR ratings is media exposure, followed by size and industry. Therefore, it seems that the legitimacy theory, as captured by those variables related to public or social visibility, is the most relevant theory for explaining CSR disclosure practices of Spanish listed firms.
Donlod: di sini
Read more…
Cara Membuat SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian)
Buat agan-agan yang tinggal di wilayah Solo, berikut tata cara/ prosedur mengurus SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian). Lumayan ribet sih, tapi mengasyikkan kok..
1. Pertama, buat dulu surat keterangan ke pak RT, lalu minta tanda tangan Pak RW dengan membawa surat keterangan dari RT.
2. Ke kantor kelurahan untuk mendapat surat keterangan.
Untuk dapat surat keterangan Kelurahan, syaratnya fotocopy KK dan KTP, foto 3×4 berwarna 2 lembar, serta surat keterangan dari RT/RW tadi. Biasanya surat dari kelurahan ini berlaku 1 bulan. Jadi saya sarankan cepet-cepet diurus. Dan di sini apa-apanya masih gratis alias belum dipungut biaya.
3. Kemudian langsung meluncur ke Kecamatan.
Disini kita cuma minta cap sebagai bukti bahwa surat pengantar Kelurahan sudah diketahui oleh Kecamatan.
4. Setelah itu ke Polsek.
Kebetulan Polsek yang saya kunjungi adalah Polsek Jebres karena wilayah saya termasuk Jebres. Alamatnya di Jalan Kolonel Sutarto 20 Jebres Solo. Dekat RS Dr. Moewardi.
Naaah… Pas di Polsek, kita akan ditanyai alasan membuat SKCK, untuk melamar pekerjaan swasta atau instansi pemerintah/ negeri (biasanya untuk CPNS). Read more…
Kutipan (Citation)
A. Pengertian Kutipan
Kutipan (citation) adalah pinjaman kalimat atau pendapat dari seseorang pengarang, atau ucapan seseorang yang terkenal, baik terdapat dalam buku-buku maupun majalah-majalah. Fungsi utama kutipan dalam karya ilmiah adalah menegaskan isi uraian atau membuktikan kebenaran yang diajukan oleh penulis berdasarkan bukti-bukti yang diperoleh dari literatur, pendapat seseorang atau pakar, bahkan pengalaman empiris. Jadi kutipan hanya berfungsi sebagai bahan bukti untuk menunjang pendapat kita.
B. Jenis-jenis Kutipan dan Penerapannya
Menurut jenisnya, ada dua macam kutipan
1. Kutipan Langsung
Yaitu mengutip pendapat orang lain secara lengkap kata demi kata, kalimat demi kalimat, sesuai dengan teks aslinya.
Ada dua cara penerapan kutipan langsung dalam karya ilmiah.
a. Kutipan langsung yang tidak lebih dari empat baris
1) Kutipan ditulis menyatu dengan teks
2) Jarak antara baris dengan baris dua spasi.
3) Kutipan diapit dengan tanda petik
4) Kutipan diikuti nama akhir pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman. Contoh:
Dalam kenyatannya, tidak ada definisi manajemen yang telah diterima secara universal. ”Menurut Follet (1982:8) manajemen diartikan sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain”.
b. Kutipan langsung yang lebih dari empat baris
1) Kutipan dipisahkan dari teks dengan jarak 2,5 spasi
2) Jarak antara baris dengan baris kutipan satu spasi
3) Kutipan boleh diapit tanda petik, boleh juga Read more…
Analisis Data dengan SPSS 17.0 for Windows
Sekarang menganalisis data menjadi mudah dengan adanya program komputer yang menyediakan fitur-fitur andalannya, salah satunya SPSS.
Dann.. kali ini saya akan membahas langkah-langkah analisis data dengan menggunakan SPSS keluaran terbaru dari spss.inc, yaitu versi 17.Cekidot…
Uji normalitas
Uji Normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel dependen dan independen keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Banyak penelitian menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dalam menguji normalitas.
Langkah2na:
- masuk analyse –> nonparametric test –> 1 sample K-S. Ada dua cara, yaitu memasukkan semua variabel (baik dependen maupun independen) atau hanya memasukkan unstandardized residual.
Atau Read more…
Pemilihan Portofolio
Di dalam membentuk suatu portofolio, akan timbul suatu masalah. Permasalahannya terdapat banyak sekali kemungkinan portofolio yang dapat dibentuk dari kombinasi aktiva berisiko yang tersedia di pasar. Kombinasi ini dapat mencapai jumlah yang tidak terbatas. Jika terdapat kemungkinan portofolio yang jumlahnya tidak terbatas, maka akan timbul pertanyaan potofolio mana yang akan dipilih oleh investor. Jika investor adalah rasional, maka mereka akan memilih portofolio yang optimal.
Portofolio optimal dapat ditentukan dengan menggunakan model Markowitz atau dengan metode indeks tunggal. Dan yang pertama kali dibutuhkan adalah menentukan portofolio yang efisien.
Portofolio optimal akan berbeda-beda untuk masing-masing investor. Investor yang lebih menyukai risiko akan memilih portofolio dengan return yang tinggi dengan membayar risiko yang juga lebih tinggi dibandingkan dengan investor yang kurang menyukai risiko. Jika aktiva tidak berisiko dipertimbangkan, aktiva ini dapat mengubah portofolio optimal yang mungkin sudah dipilih oleh investor.
Menentukan Portofolio Efisien
Portofolio yang efisien (efficient portofolio) adalah portofolio yang memberikan return ekspektasi terbesar dengan tingkat risiko yang sudah pasti atau portofolio yang memberikan risiko terkecil Read more…
Uji Asumsi Klasik – Autokorelasi
Definisi
Autokorelasi adalah korelasi antara anggota serangkaian observasi yang diurutkan menurut waktu (seperti dalam data urutan waktu) atau ruang (seperti dalam data cross-sectional).
Konsekuensi
1. Penduga-penduga koefisien regresi yang diperoleh tetap merupakan penduga-penduga yang tidak bias.
2. Varian variabel gangguan menjadi tidak efisien jika dibandingkan dengan tidak adanya autokorelasi. Varian variabel gangguan mungkin sekali akan dinilai terlalu rendah, sehingga akibatnya uji statistik yang digunakan terhadap koefisien regresi penduga berkurang pula kemaknaannya, dan mungkin menjadi tidak berarti sama sekali.
Cara mendeteksi autokorelasi
1. Metode Grafik
2. Percobaan d dari Durbin-Watson (DW)
Mekanisme tes Durbin-Watson:
a. Menentukan hipotesis nol (H0) dan hipotesis alternatifnya (Ha) Read more…
Pengungkapan CSR berdasarkan Indikator GRI
GRI (Global Reporting Intiative) merupakan sebuah jaringan berbasis organisasi yang telah mempelopori perkembangan dunia, paling banyak menggunakan kerangka laporan keberlanjutan dan berkomitmen untuk terus-menerus melakukan perbaikan dan penerapan di seluruh dunia.
Tiga fokus pengungkapan GRI, antara lain:
1. Indikator Kinerja Ekonomi (economic performance indicator), terdiri dari 9 item
2. Indikator Kinerja Lingkungan (environment performance indicator), 30 item
3. Indikator Kinerja Sosial (social performance indicator) 40 item, terdiri dari:
- Tenaga Kerja (labor practices and decent work)
- Hak Asasi Manusia (human rights performance )
- Sosial (Society)
- Tanggung jawab Produk (product responsibility performance)
Indikator Kinerja Ekonomi
Aspek: Kinerja Ekonomi
EC1 Perolehan dan distribusi nilai ekonomi langsung, meliputi pendapatan, biaya operasi, imbal jasa karyawan, donasi, dan investasi komunitas lainnya, laba ditahan, dan pembayaran kepada penyandang dana serta pemerintah.
EC2 Implikasi finansial dan risiko lainnya akibat perubahan iklim serta peluangnya bagi aktivitas organisasi.
EC3 Jaminan kewajiban organisasi terhadap program imbalan pasti.
EC4 Bantuan finansial yang signifikan dari pemerintah.
Aspek : Kehadiran Pasar
EC5 Rentang rasio standar upah terendah dibandingkan dengan upah minimum setempat pada lokasi operasi yang signifikan.
EC6 Kebijakan, praktek, dan proporsi pengeluaran untuk pemasok lokal pada lokasi operasi yang signifikan.
EC7 Prosedur penerimaan pegawai lokal dan proporsi manajemen senior lokal yang dipekerjakan pada lokasi operasi yang signifikan.
Aspek: Dampak Ekonomi Tidak Langsung
EC8 Pembangunan dan dampak dari investasi infrastruktur serta jasa yang diberikan untuk kepentingan publik secara komersial, natura, atau pro bono.
EC9 Pemahaman dan penjelasan dampak ekonomi tidak langsung yang signifikan, termasuk seberapa luas dampaknya.
Indikator Kinerja Lingkungan
Aspek: Material
EN1 Penggunaan Bahan; diperinci berdasarkan berat atau volume
EN2 Persentase Penggunaan Bahan Daur Ulang
Aspek: Energi
EN3 Penggunaan Energi Langsung dari Sumberdaya Energi Primer
EN4 Pemakaian Energi Tidak Langsung berdasarkan Sumber Primer
EN5 Penghematan Energi melalui Konservasi dan Peningkatan Efisiensi
EN6 Inisiatif untuk mendapatkan produk dan jasa berbasis energi efisien atau energi yang dapat diperbarui, serta pengurangan persyaratan kebutuhan energi sebagai akibat dari inisiatif tersebut.
EN7 Inisiatif untuk mengurangi konsumsi energi tidak langsung dan pengurangan yang dicapai Read more…
















Komen-komen